Langsung ke konten utama

Kimia Medisinal 10

Meperidin merupakan salah satu obat analgesik, yang termasuk golongan analgesik narkotik [1]. Meperidin juga dikenal sebagai petidin.Koefisien partisi menunjukkan lipofilitas yaitu kemudahan suatu senyawa untuk larut dalam lemak. Perhitungan koefisien partisi tiap-tiap molekul dalam satu seri senyawa meperidin ditentukan dengan Compute-QSAR Properties-Log P.

 https://youtu.be/R4YDz0taA7c

Komentar

  1. Pada saat koefisien partisi suatu obat besar, lipofilisitas dari suatu obat akan semakin besar pula. Jika koefisien partisi suatu obat kecil dan obat sukar larut dalam lemak, apakah ada cara yang tepat untuk menambah koefisien partisi obat sehingga obat dapat larut dalam lemak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada beberapa cara untuk meningkatkan koefisien partisi obat agar dapat larut dalam lemak. Salah satunya adalah dengan menambahkan senyawa pengemulsi atau surfaktan ke dalam formulasi obat. Senyawa ini dapat membantu obat terdispersi secara merata dalam fase lemak, sehingga meningkatkan kelarutan obat dalam lemak. Selain itu, penggunaan teknologi tertentu seperti nanoteknologi juga dapat meningkatkan kelarutan obat dalam lemak.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 12

 Meperidin merupakan salah satu obat analgesik, yang termasuk golongan analgesik narkotik. Dalam mempelajari aktivitas suatu obat dengan metode HKSA (Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas) atau Quantitative Structure-Activity Relationship (QSAR) melibatkan beberapa parameter. Ada tiga macam parameter fisika kimia yang dapat digunakan untuk memprediksi molekul obat baru yang lebih potensial, yaitu parameter hidrofobik, efek elektronik, dan efek sterik https://youtu.be/P8qLofhjsXM

Kimia Medisinal 14

Toksisitas dapat menyebabkan kerusakan beberapa organ tubuh, salah satunya adalah hati. Kerusakan hati karena bat dan zat kimia dapat terjadi akibat hilangnya kemampuan regenerasi sel hati, sehingga hati akan mengalami kerusakan permanen yang dapat menimbulkan kematian. Uji toksisitas diperlukan untuk menilai keamanan suatu obat, maupun bahan yang dipakai sebagai suplemen ataupun makanan. https://youtu.be/-zBxJ09KMHY

Kimia Medisinal 7

 Hubungan Antara Stereokimia dan Aktivitas Biologis Platina(II) Kompleks Chelated dengan Chiral Diamine Ligands, dimana disni dijelaskan secara ringkas bahwa      Asal muasal perbedaan aktivitas antara stereoisomer kompleks platina(II) antikanker yang dikelat dengan ligan diamina kiral hampir secara eksklusif dijelaskan oleh interaksi diastereoselektif dengan DNA. Meskipun model ini telah diterima secara luas dalam percobaan in vitro dan in vivo menunjukkan beberapa hasil yang bertentangan, yang mengarah pada kesimpulan bahwa biomolekul lain mungkin juga bertanggung jawab atas stereoselektivitas ini. Senyawa ini, disebut bionukleofil, dalam kebanyakan kasus adalah asam amino atau protein yang ada dalam cairan biologis. https://youtu.be/61r_erWQt2I