Langsung ke konten utama

Metode Farmakologi 7

    Respon imun dan inflamasi pada asma dipengaruhi oleh platelet-activating factor (PAF), terlibat dalam patogenesis asma dengan menginduksi bronkokonstriksi, meningkatkan permeabilitas pembuluh darah paru-paru, mengaktifkan sel-sel inflamasi di saluran udara bagian bawah, mendukung produksi lendirdan meningkatkan hiperreaktivitas jalan nafas.Pendekatan teoritis berbasis komputer atau uji in silico sangat penting untuk merancang, menemukan, dan optimisasi senyawa bioaktif dalam proses pengembangan obat.

https://youtu.be/sd9uwDJFzlc

Komentar

  1. Mengapa platelet-activating factor (PAF) dapat mempengaruhi respon imun dan antiinflamansi pada asma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena platelet-activating factor (PAF) merupakan mediator peradangan dan alergi yang kuat

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 12

 Meperidin merupakan salah satu obat analgesik, yang termasuk golongan analgesik narkotik. Dalam mempelajari aktivitas suatu obat dengan metode HKSA (Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas) atau Quantitative Structure-Activity Relationship (QSAR) melibatkan beberapa parameter. Ada tiga macam parameter fisika kimia yang dapat digunakan untuk memprediksi molekul obat baru yang lebih potensial, yaitu parameter hidrofobik, efek elektronik, dan efek sterik https://youtu.be/P8qLofhjsXM

Kimia Medisinal 14

Toksisitas dapat menyebabkan kerusakan beberapa organ tubuh, salah satunya adalah hati. Kerusakan hati karena bat dan zat kimia dapat terjadi akibat hilangnya kemampuan regenerasi sel hati, sehingga hati akan mengalami kerusakan permanen yang dapat menimbulkan kematian. Uji toksisitas diperlukan untuk menilai keamanan suatu obat, maupun bahan yang dipakai sebagai suplemen ataupun makanan. https://youtu.be/-zBxJ09KMHY

Kimia Medisinal 7

 Hubungan Antara Stereokimia dan Aktivitas Biologis Platina(II) Kompleks Chelated dengan Chiral Diamine Ligands, dimana disni dijelaskan secara ringkas bahwa      Asal muasal perbedaan aktivitas antara stereoisomer kompleks platina(II) antikanker yang dikelat dengan ligan diamina kiral hampir secara eksklusif dijelaskan oleh interaksi diastereoselektif dengan DNA. Meskipun model ini telah diterima secara luas dalam percobaan in vitro dan in vivo menunjukkan beberapa hasil yang bertentangan, yang mengarah pada kesimpulan bahwa biomolekul lain mungkin juga bertanggung jawab atas stereoselektivitas ini. Senyawa ini, disebut bionukleofil, dalam kebanyakan kasus adalah asam amino atau protein yang ada dalam cairan biologis. https://youtu.be/61r_erWQt2I